Minggu, 05 Mei 2013

Seharusnya itu Aku

Ketika kita sudah tak lagi ada. Aku masih sendiri, sedangkan kamu sudah bersama dengan yang lain. Apakah sekarang kamu melakukan apa yang kita lakukan dulu? Apakah kamu memanggilnya Sayang seperti dulu kau memanggilku?
Dulu... Saat kita masih ada, ingatkah kita telah merencanakan hal-hal yang bisa kita lakukan berdua? Ya... Meski sekarang sudah berbeda. Kita sudah tak lagi ada. Dan dirinya lah yang akan melakukan hal-hal itu bersama mu.
Tapi... Apakah cara dia mencintai mu sama seperti cara aku mencintai mu? Jika kamu jawab iya, aku akan membantahnya. Caranya mungkin sama, tapi tulus cinta aku tidak akan pernah sama dengan tulus cintanya. Hingga detik ini pun, dimana saat aku sudah tak memiliki mu. Hati, cinta, dan fikiran ku masih stuck sama kamu.
Dan seharusnya aku yang menggenggam tangan tangan kamu sekarang, seharusnya aku yang selalu jadi penyebab kamu tersenyum dan tertawa, seharusnya aku yang merasakan hangatnya pelukan kamu, seharusnya aku yang mendapat perhatian lebih dari kamu, dan seharusnya memang aku yang mendapatkan seluruh cinta yang kamu miliki.
Aku masih ingat... Saat kamu menyalahiku dan memberi aku waktu untuk berubah, tapi kamu malah menggunakan waktu itu untuk menggantikan posisiku dengan orang lain. Dan saat itu, hati semakin sulit untuk ku lindungi dari rasa sakit.
Andai kamu tau, aku akan terus berharap sampai kamu meyakini bahwa Seharusnya memang Aku yang ada dihati Kamu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar